Dalam menjalankan usahanya Koperasi BMT Maslahah itu bukan hanya mengejar keuntungan bisnis semata namun juga memiliki misi sosial. Koperasi BMT Maslahah itu didirikan pada mulanya untuk membantu para pedagang kecil di sekitar Sidigiri dari jeratan riba para rentenir. Para pedagang kecil saat pinjam ke rentenir itu pinjamnya Rp 100.000 diterima hanya Rp 90.000 tapi bayarnya harian Rp 5.000 selama 24 hari sehingga menjadi Rp 120.000.
Hal Ini tentu saja kan sangat memberatkan bagi para pedagang kecil yang ada di Sidogiri. Mereka harus membayar bunga kepada rentenir sampai 30% besarnya, kata Ketua Koperasi BMT Maslahah HM. Khudlori Abdul Karim saat membuka Kantor Cabang Pembantu Koperasi BMT Maslahah Pragoto Surabaya, Selasa (30 April 2019). Koperasi BMT Maslahah Kantor Cabang Pembantu Pragoto merupakan pindahan dari Kantor Cabang Pembantu Koperasi BMT Maslahah Benowo Surabaya yang sudah berakhir masa sewanya.
Untuk membantu para pedagang kecil dari jertan riba para tentenir itu, lanjutya, para ustadz senior di Madrasah Miftahul Ulum (MMU) Pondok Pesantren Sidogiri di panggil oleh Pengasuh untuk mendirikan koperasi yang tujuan awalnya untuk membantu para pedagang kecil dari jeratan rentenir. Maka pada tahun 1997 didirikankanlah Koperasi BMT Maslahah yang sebelumnya bernama Koperasi BMT MMU Sidogiri, jelas HM. Khudlori Abdul Karim.
Sampai sekarang misi sosial dari Koperasi BMT Maslahah masih tetap dijalankan. Sebagian dari keuntungan yang diperoleh Koperasi BMT Maslahah ditasarufkan untuk kegiatan sosial. Dana sosial Koperasi BMT Maslahah diberikan kepada Pondok Pesantren Sidogiri (PPS), Ikatan Alumni Santri Sidogiri (IASS) dan Madrasah Miftahul Ulum Ranting PPS serta sebagian dikelola sendiri, ujarnya.
Mokh. Syaiful Bakhri